HEROIN


Nama lain : Putaw, PT, PTW, Etep, Watup, White, Smack, Scack

Heroin yang umumnya beredar di pasar gelap di Indonesia berupa bubuk berwarana putih (seperti Gula halus), Heroin dengan kualitas yang lebih rendah berwarana putih  kusam.  Jenis lainnya berwarna coklat seperti gula aren (palm sugar). Pada jumlah yang lbh besar heroin ini berbentuk seperti bongkah batu dan di hancurkan menjadi bubuk.

Penggunaan Heroin sangat rentan terhadap Overdosis, disebabkan kadar kemurnian heroin yang beredar secara gelap sangat bervariasi, dan si Pemakai tidak mengetahuinya. Overdosis Heroin dapat berakibat fatal bahkan kematian.

Heroin menyebabkan ketergantungan fisik maupun phisikologis.Pada pemakaian Heroin, Gelaja putus zat / sakaw (Keadaan dimana saat seorang  Pecandu, membutuhkan narkoba) sangat mudah terjadi (kurang dari 1 minggu, tergantung banyaknya yang di pakai ). Saat terjadi Gejala putus zat / sakaw Heroin seseorang  akan merasa depresi, frustasi, panik, gelisah, marah, agresif. Secara fisik akan mengalami seperti demam tinggi (panas dingin, hidung berair, keringat dingin), sakit sakit di seluruh / sebagian persendian, tulang belakang seperti remuk, sukar bergerak, otot otot terasa sangat kaku / kram, diare. Semakin lama si pecandu mengalami “sakaw” keadaan ini akan semakin meningkat dan menyiksa, walaupun biasanya tidak berbahaya namun perasaan yang di timbulkan amat sangat menyiksa, hal ini berlangsung terus hingga 2-3 sampai 5 hari dan berangsur hilang. Perlu di ingat hilangnya gejala putus zat yang di uraikan tadi tidak menyembuhkan si Pecandu secara phisikologis, secara mental Ia masih ketergantungan. Menyembuhkan secara mental di perlukan waktu dan treatment khusus yang lebih panjang.

Cara penggunaan :

Umumnya digunakan dengan cara disuntik atau dihisap (Drag / Dragon).

Efek yang di timbulkan :

  • Pikiran menerawang
  • Euphoria (Semakin lama menggunakan Heroin efek ini semakin singkat dan hilang)
  • Perasaan lega ( bagi seorang Pecandu Heroin efek Euphoria menjadi dengan perasaan lega, terutama karena terbebas dari “sakaw”)
  • Jatuh dalam keadaan tidur seketika
  • Rasa acuh /  tidak peduli
  • Denyut nadi melambat.
  • Tekanan darah menurun.
  • Otot-otot menjadi lemas/relaks.
  • Diafragma mata (pupil) mengecil .
  • Membentuk dunia sendiri (dissosial) : tidak bersahabat.
  • Penyimpangan perilaku : berbohong, menipu, mencuri, kriminal.
  • Berkurangnya dorongan seksual
  • Pola waktu tidur yang tidak menentu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s